085881460640

Bekasi Jawa Barat

Selamat Datang Di Web Opssekolahdasar

Thursday, 24 March 2016

Peran Dan Fungsi Akreditasi Bagi Sekolah/Madrasah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan

Faktor penentu keberhasilan suatu bangsa adalah pendidikan. Hal ini terbukti secara empiris atas kemajuan negara-negara di dunia saat ini. Oleh karena itu pendidikan harus dikelola atau manage secara baik agar hasil atau kinerja pendidikan dapat optimal dalam membangun kualitas sumber daya manusia.
Kualitas pengelolaan pendidikan terkait dengan beberapa aspek antara lain: 
Institusi pendidikan 
Regulasi pendidikan,terkait dengan kurikulum 
Proses pendidikan. 

Ke-prima-an tiga aspek tersebut diatas menjadi penentu keberhasilan pendidikan dalam membangun kualitas sumber daya manusia.

Institusi pendidikan, merupakan entitas yang berperan dalam manajemen sumber daya yang menunjang keseluruhan proses pendidikan. Seluruh sumber daya dikelola secara efisien dan efektif. Sering terjadi adalah institusi pendidikan tidak mampu mengelola sumber daya yang ada, dengan tingkat integritas pengelolaan keuangan yang rendah atau dengan kata lain tidak prudent. Soliditas kelembagaan yang kurang karena adanya personal interest atau ketidak-profesional-an pengelolaan. Semua sendi organisasi dijalankan dengan kebijakan pribadi. Pengelolaan institusi pendidikan harus dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip manajemen yang baik, yang memiliki perencanaan dan pengorganisasian yang baik, pelibatan personal yang capable sesuai dengan tingkatan organisasi termasuk pada level pelaksana yaitu pimpinan unit sekolah, termasuk pengawasan atau controlling atas semua aktivitas institusi pada semua jenjang, evaluasi atas kinerja sekolah dan proses pendidikan yang telah dilaksanakan.

Regulasi pendidikan, diperankan secara dominan oleh pemerintah dalam bentuk penentuan kebijakan kurikulum, termasuk standar pendidikan nasional dan berbagai regulasi lainnya termasuk aturan pengawasan dan peningkatan mutu pendidikan dalam bentuk aturan Akreditasi. Penentuan kebijakan yang melewati proses yang benar dan akurat tentu akan menghasilkan kebijakan yang tepat dan dapat diimplementasikan secara baik. Seluruh kebijakan pemerintah yang ada merupakan sesuatu yang ‘given” bagi institusi pendidikan. Setiap regulasi tentu melewati proses validasi melalui implementasinya dari waktu ke waktu. Sehingga proses penyempurnaan terjadi. Banyak negara yang regulasi kurikulumnya telah berada pada posisi yang mapan (established) lewat proses validasi dalam jangka waktu yang cukup panjang. Kita sangat berharap pemerintah melakukan validasi atas kurikulum nasional dari waktu ke waktu secara substansial secara sistematis sehingga suatu saat kita akan mencapai tahap mapan (established) yang relatif tidak memerlukan perubahan-perubahan mendasar lagi.

Proses pendidikan di sekolah harus didukung oleh sarana prasarana yang memadai, tenaga kependidikan dan peserta didik yang menjalankan fungsi masing-masing secara baik. Kecukupan SDM guru yang memadai dengan kualifikasi yang tepat. Dan keberadaan pimpinan sekolah yakni kepala sekolah sangat penting dalam menentukan keberhasilan proses pendidikan. Keberhasilan proses pendidikan tergambar pada perubahan sikap atau perilaku siswa selama menjalani proses pendidikan, termasuk prestasi yang dicapai lewat evaluasi belajar siswa setiap semester/setiap tahun. Karena semua itu dilaksanakan dalam suatu proses, maka ada rangkaian proses yang harus dilihat dan dicermati. Titik berat kita tentu lebih pada pendekatan proses daripada hasil. Disinilah letak pentingnya Akreditasi Sekolah, dimana kita memastikan proses yang terjadi berjalan sesuai dengan tahapan proses pendidikan dalam mencapai mutu pendidikan.
Akreditasi Sekolah/Madrasah

Upaya peningkatan mutu pendidikan pada satuan pendidikan berada dalam satu sistem yang di dalamnya terdapat bagian-bagian yang saling terkait. Bagian-bagian tersebut merupakan standar yang telah ditetapkan dalam Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang terdiri dari: standar isi, standar proses. standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan dan standar penilaian.
Dalam Undang-undang no.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada pasal 60 menyebutkan bahwa: 

Akreditasi dilakukan untuk menentukan program dan satuan pendidikan pada jalur pendidikan formal dan non formal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan. 
Akreditasi terhadap program dan satuan pendidikan dilakukan oleh lembaga mandiri yang berwenang sebagai bentuk akuntabilitas publik. 
Akreditasi dilakukan atas dasar kriteria yang bersifat terbuka. 

Dengan maksud tersebut di atas, akreditasi diharapkan dapat mengawal agar seluruh rangkaian proses pendidikan berjalan sesuai dengan jalur konsep mutu pendidikan yang telah ditetapkan pemerintah sebagaimana yang telah dijabarkan dalam Standar Nasional Pendidikan. Derajat pencapaian standar tersebut menentukan derajat mutu pendidikan di negara kita. Sehingga dari waktu ke waktu kualitas sumber daya manusia dapat meningkat pula. Kualitas pelayanan pendidikan dengan konsep pelayanan prima pada setiap satuan pendidikan merupakan keharusan untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap mutu pendidikan yang integratif dengan pelayanan yang baik. Sehingga hubungan yang baik terjalin dan keterlibatan masyarakat lebih massive dalam mendukung kegiatan peningkatan mutu pendidikan baik melalui pemahaman pembinaan anak didik yang benar dan termasuk peran serta kontribusi sumber daya dalam meningkatkan mutu pendidikan oleh masyarakat atau dengan kata lain kepedulian terhadap upaya peningkatan mutu pendidikan.

Sumber : http://bapsm-kalbar.or.id__Penulis : Sebastian, SE, MM (Pengurus BAP-S/M Kalimantan Barat)



No comments:
Write komentar

Terimakasih Sudah Berkunjung di Website Opssekolah Dasar. Join Our Newsletter http://opssekolahdasar.blogspot.co.id
Join Our Newsletter