085881460640

Bekasi Jawa Barat

Selamat Datang Di Web Opssekolahdasar

Thursday, 24 March 2016

Inilah Penyebab Anak Masalah Belajar

Sebelum membaca artikel 3 Faktor Penyebab Masalah Belajar Anak perlu sobat ketahui bahwa artikel ini saya kutip dari artikel berjudul Misteri Dibalik Nilai Anak Yang Hancur yang ditulis oleh Timothy Wibowo pada situs  Karena saya tertarik dengan tulisan beliau kemudian saya baca dan pahami bahwa apa yang ditulis beliau itu memang permasalah belajar sering ditemui pada siswa-siswi di sekolah mungkin inilah beberapa faktor penyebab permasalahn tersebut. Oleh karena itu pada kesempatan ini saya mencoba menyampaikan kembali apa yang saya fahami setelah membaca artikel tersebut.

Mungkin sobat sebagai orang tua atau guru pernah mengalami atau menemukan anak atau siswa ketika belajar di rumah diberi soal lebih susah daripada di sekolah, bahkan waktu di tempat les dia diberi latihan soal yang banyak, meskipun soalnya lebih sulit bisa mengerjakan soal tersebut dengan baik, tetapi ketika ulangan atau ujian tiba-tiba nilainya jelek. Nah apakah yang terjadi dibalik masalah ini ? berikut adalah beberapa hal yang perlu diwaspadai menjadi faktor penyebab permasalahan belajar tersebut :
1. Anak mengalami kecemasan yang tersembunyi
3 FAKTOR PENYEBAB MASALAH BELAJAR ANAK

Kecemasan yang tersembunyi ini disebabkan oleh banyak faktor bisa jadi tuntutan yang terlalu tinggi dari orang tua atau mungkin bahkan dari gurunya. Tuntutan ini tidak bisa membuat si anak menunjukkan kwalitas optimalnya. Sehingga ketika ulangan,yang terbayang adalah ketakutan bahwa dia tidak bisa memenuhi tutuntan dari si orang tua atau tuntutan dari gurunya. 

Ketika si anak merasa cemas maka tidak bisa berpikir secara jernih. Mungkin sobat pun pernah mengalaminya ketika sedang cemas, sedang stres berat. Maka hal yang sepele tentunya bisa jadi terlupakan. Nah ini yang terjadi pada anak-anak tersebut. Mereka cemas karena tuntutan kita yang terlalu tinggi, atau keharusan untuk menguasai sesuatu. Ketika mereka merasa tidak mampu,kecemasan itu menghantui pikirannya dan apa yang telah mereka pelajari sebelumnya tiba-tiba “blank”, pada saat ulangan.

Untuk masalah ini sebaiknya kita perlu koreksi diri bagaimana caranya kita menerima seorang anak apa adanya, tidak tergantung dari nilainya. Ingat sebenernya nilai itu hanya mengindikasikan dia sudah bisa atau belum. Ketika nilai anak jelek tak perlu di sebut bodoh karena sekarang sobat tahu bahwa hal apa yang dia belum bisa atau belum di kuasai. Pembelajaran yang baik harusnya ditujukan untuk meningkatkan seorang anak sehingga ia bisa kompeten di dalam bidangnya. Bukan untuk melabel dia pintar atau bodoh.

2. Perlakuan-perlakuan negatif yang pernah di terima seorang anak baik di rumah atau di sekolah
3 FAKTOR PENYEBAB MASALAH BELAJAR ANAK

Ketika seorang anak nilainya jelek, kemudian kita marah-marahin dia, bahkan mungkin di hukum. Suruh berdiri di pojok, nggak boleh makan atau mempermalukan dia didepan teman-temanya. Ketika dia menerima perlakuan itu, maka perlakuan itu akan membekas di memorinya. Berikutnya ketika dia ulangan lagi di lain kesempatan maka yang dia liat di lembar soalnya bukan soal yang harus dibaca, tetapi wajah orang tuanya yang sedang marah. Wajah ini tiba-tiba saja muncul terbayang di dalam pikirannya.

Coba sobat bayangkan jika kita berhadapan dengan soal ujian dan kemudian yang muncul adalah ketakutan membayangkan wajah orang tua yang sedang marah, karena kita tidak bisa atau mungkin wajah guru yang memalukan kita di depan teman-teman kita. Maka semua yang kita pelajari tiba-tiba saja menjadi hilang dan akhirnya ulangannya jelek.

Jika ini terjadi sebaiknya segera minta maaf pada anak.

“tempo hari waktu ulangan kamu jelek,dan kemudian papa atau mama marah sama kamu saat itu perasaan kamu bagaimana?” apapun yang di jawab oleh anak terima saja apa adanya. Misalkan dia menjawab, Saya takutlah, saya merasa ini itu apapun itu maka tinggal ngomong “Oke Maaf, papa mungkin saat itu keceplosan ngomong. Atau mungkin saat itu mama lepas control sehingga memarahi kamu terlalu dalam. Tapi sebenernya maksud mama sangat baik. Kamu mau nggak maafin mama? Mama lain kali janji akan mendukung kamu jika nilai kamu jelek, kita akan cari solusinya sama-sama dan kamu boleh tanya sama mama bagaimana supaya jadi nilainya baik. Kamu pasti kepengen nilai kamu juga baik juga kan?”

Nah, itu tentunya jauh lebih baik bagi si anak. Daripada kita hanya sekedar memarahinya, memintanya belajar, memaksanya belajar tanpa sama sekali mengakui perasaannya untuk diberi kasih saying dan untuk di terima apa adanya.
3. Kurangnya perhatian berkualitas
3 FAKTOR PENYEBAB MASALAH BELAJAR ANAK

Perhatian yang berkualitas dalam arti kita memperhatikan juga perasaan-perasaan si anak. Bukan Cuma memperhatikan tugas-tugas yang dia harus slesaikan. Kebanyakan dari kita hanya memperhatikan tugas-tugas yang harus di selesaikan oleh seorang anak. Kita hanya memperhatikan kamu sudah ngerjakan PR belum? kamu sudah belajar belum? pensil kamu sudah diraut belum? Besok kalau ulangan kamu sudah siapkan pensil atau bolpointnya? Buku kamu sudah kamu siapin belum? kita hanya memperhatikan aspek-aspek fisik. Kita tidak memperhatikan aspek-aspek perasaan dari si anak.

Padahal yang jauh lebih dibutuhkan seorang anak adalah perhatian akan perasaan-perasaannya sehingga dia bener-bener di terima secara utuh oleh orang tuanya. Berikanlah perhatian berkualitas ini dengan lebih baik,
Semoga saja setelah membaca tulisan ini kita bisa menjadi lebih bijaksana dalam memperlakukan anak-anak kita baik di rumah maupun disekolah.

Link Sumber : http://sdn1karangampel.blogspot.co.id

No comments:
Write komentar

Terimakasih Sudah Berkunjung di Website Opssekolah Dasar. Join Our Newsletter http://opssekolahdasar.blogspot.co.id
Join Our Newsletter